0

[Eksperimen] Kue Cubit

Assalamualaikum, edisi bulan suci Ramadhan kali ini mari bereksperimen^^. Bikin kue yang satu nih gak pernah bosen *bisanya ini doang* haha. Kue cubit kesukaan aku, ayu, sama ane dari jaman SD. Sekarang bisa eksperimen sendiri deh. Kalo abis olahraga pasti ikut ngantri di abang-abang kue cubit, hehe.
Hasil dari ngubek bang gugel nemu FP “masak apa ya” dan rombakan resep sesuai selera^^, jadilah ala ala sinchan #LoL. Yuk ah cuss…
image

Bahan Masakan:
– Tepung Terigu se-cup, sekitar 200 gr
– Baking Powder 1 sdt
– Soda Kue 1/4 sdt
– Telur Ayam 2 butir
– Gula Pasir 120 gr
– Susu Cair 200 ml
– Mentega 50 gr (cairkan)
– Garam 1/2 sdt

Cara buat:
1. Campur tepung terigu, baking powder, dan soda
kue. Ayak, lalu sisihkan.
2. Kocok telur dan gula dengan mixer sampai
tercampur rata dan mengembang.
3. Masukkan campuran tepung terigu.
sambil tuangkan susu cair.
4. Tuang mentega cair dan garam.
Tutup adonan dan diamkan selama 30 menit. (Adonan bisa dibagi dan dikasih pewarna makanan sesuai selera. Kalo aku, masukin coco powder sama pewarna merah)
5. Panaskan cetakan kue cubit, oles dengan sedikit mentega.
6. Tuang adonan ke dalam cetakan.
Panggang sampai setengah matang. 7. Taburi dengan cokelat meises. Panggang lagi
sampai matang seluruhnya. Angkat.

image

image

Oia, terimakasih buat chocobing yg jadi assisten dalam eksperimen kali ini, hahaha.
Berbukalah dengan yang manis. Selamat menjalankan ibadah puasa 🙂
Wassalam.

0

[Eksperimen] Choco Chips Cookies

image

Hai hai…kali ini mau share hasil eksperimen baru, berbekal Instagram. Nemu akun yang cetar abis @bertioktavian. Yup, di situ banyak resep yang asik-asik dan gue coba salah satunya, yaitu “Choco Chips Cookies”. Di sini gue baru tau kalo terigu tuh beda-beda. Segitiga, kunci, cakra, kirain mereka sama aja. Ternyata fungsinya beda. Baiklah, lets cekidot ^o^

Bahan :
10 sdm tepung terigu kunci biru
1 sdm  maizena
1 butir kuning telur
1 sdm susu bubuk putih
6 sdm gula halus
1/2 sdt vanili
1/2 sdt soda kue
6 sdm margarin dingin
Choco Chip secukupnya
jika ingin berwarna tinggal dberi pewarna
———–
Carbut:
1. Ayak tepung terigu, maizena, susu bubuk, soda kue dan vanili.
2. Dalam wadah lain, mixer margarine dan gula halus dengan kecepatan sedang hingga berubah pucat selama kurang lebih 1 menit.
3. Masukan kuning telur, mixer sebentar.
4. Tambahkan ayakan terigu sdikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula hingga rata. jika ingin berwarna,beri pewarna yg kalian mau secukupnya. Masukkan choco chip, aduk rata.
5. Ambil sedikit adonan lalu bulatkan sebesar kelereng, pipihkan.
6. Tata di loyang yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung, beri jarak, karena adonan akan mengembang ketika di oven.
7. Oven dengan suhu kurang lebih 150 derajat selama 20 hingga 25 menit

image

Tarammm, jadi dehhh ^^. Renyah coco. Seneng pas udah jadi, akhirnya cukup berhasil. Alhamdulillah 🙂

💜sieunchan

0

[Curcol] Menyambut Langkah yang Baru

Assalamualaikum. Hai, my lo-pe lope blog 🙂 kali ini mau berbagi cerita yang gak kalah seru dan berisi ^^

Well, di malam pergantian tahun sekaligus bergantinya umur *uhukuhuk* kali ini ada yang beda. Suasana beda dan tempat beda. Biasanya kita nungguin malam pergantian tahun baru dengan seember peralatan, bakar-bakar atau kembang api yang segede gaban. Kali ini, di tanggal 31 Desember 2015. Gue diajak sama temen gue yang bernama Aminah buat menghadiri Mabit (Malam Bina & Takwa) di Masjid BI. Nah, yang ikut ada gue tentunya, Aminah, Ila, Ilfa, Yayah, Aulia (dapet temen baru deh, kecuali Ila sama Aminah :p). Kita naik CL sekitar jam 5.30 dan st. Tanah Abang udah Magrib, so shalat di musolah stasiun deket lokomotif, dan wahh, bagus banget view-nya. Berasa di Jawa mana gitu…hehehe.
Dan, datenglah jeng Ila sambil nenteng kado buat gue *aww so sweet* makasih banyak, jeng :* .

Banyak hal menarik yang bisa kita liat. Saat tengok keluar, banyak kerumunan orang di jalanan dekat Monas yang bersiap menyambut 2016 dengan tiupan terompet dan kembang api. Sementara, saat memasuki masjid. Subhanallah, gak kalah rame. Bedanya mereka menyambut dengan berdoa dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Saat memasuki masjid, ustad lagi bershalawat. Sesaat dia berhenti karena dia merasa banyak orang tetapi tak terdengar syair shalawat keluar dari mulut mereka. Saat ustad bershalawat, namun jamaah merapatkan mulutnya, maka ustad bercerita tentang bagaimana kita harus mengenal Allah, mengenal RosullNya, dan mencintainya. Betapa beliau mencintai umatnya yaitu kita. Sementara kita? Bahkan bershalawat aja gak mau membuka mulut? Ustad jg cerita tentang detik-detik ajal beliau, saat pintu langit dibuka oleh Malaikat Jibril, maka Rosul bertanya keadaan umatnya kelak? Betapa cintanya tiada tara, gak ada tandingannya. harusnya kita
malu, malu karena gak kenal Rosul, kenalilah Allah dan Rosul, cintailah beliau dan bershalawatlah baginya.
Trus saat mulai bershalawat lagi, gue ngerasa ada getaran aneh yang bergemuruh gak hanya di hati, tapi diseluruh panca indera dan aliran darah. Betapa rasanya dahsyat, campur aduk. Semacam ada kerinduan yang amat sangat berasa disetiap syairnya. Betapa kami merindukan beliau 😥 . Allahumma shalli ‘ala Muhammad

Oia, ada kajian yang gue catet. Dan ini bagus banget, well semuanya emang bagus. ^^
Cara Istiqomah:
1. Bersungguh-sungguh dalam taat kepada Allah SWT,
2. Seimbang (Lihat sikap dan sunnah Rosul),
3. Akrab dengan orang-orang sholeh,
4. Doa.

Dan quote cetar dari pak Ustad yang diulang terus:
“Sebuah pemberian sebelum bermanfaat bagi orang yang menerima, dia akan bermanfaat bagi yang memberi (apa itu? Allah titipkan manisnya iman di hati kita) (kenapa? Karena kita memenangkan perang batin)”

Banyak banget pelajaran yang diambil malam kemaren. Insallah ini menjadi awal dan langkah baru ke arah yang lebih baik. Gak hanya buat gue, tapi juga temen dan sahabat-sabahat gue… Aamiin.

Jazakumullah khairan katsiraan wahai sahabat-sahabat baikku. Terima kasih untuk doa yang selalu tulus, juga kedua orangtuaku, keluargaku yang selalu melimpahkan doa terbaik untukku. Love love u all :* anna uhibbuka.

Wassalam.

Jepratjepret*

image

Ini dia view di depan Musolah pojok stasiun Tanah Abang:)

image

Jazakallah, jeng Ila

image

Muka bantal guling😹

💜sieunchan

0

[Review] Rembulan di Pinggang Bukit

Assalamualaikum. Yuhuwwww, im back. Akhirnya novel ini sampe dengan selamat sentosa di rumah gue, hehehe. Rembulan di Pinggang Bukit, bercerita tentang anaknya Tsani & Athaya. Yup, masih inget kan siapa mereka^^. Nah, kali ini cerita tentang anak pertama mereka yaitu Mufaisha Rahma Nurpati dan yah, kita bisa liat juga cerita rumah tangga Tsani & Athaya. Yukk mariii

image

Judul: Rembulan di Pinggang Bukit
Karya: Susan Arisanti
Tebal buku: 283 halaman
Tahun Terbit: April 2015
Penerbit: Griya Pustaka

Sinopsis:
Hiperaktif. Sering kena omel. Sadis. Jutek. Tapi, memiliki hati yang lembut. Sebut saja Mufaisha Rahma Nuroati. Usianya 17 tahun, tapi tidak seharipun dia tidak membuat kesal ibunya. Mulai dari kulkas yang rusak, kabel listrik yang di acak-acak, mesin cuci yang ngadat, dan alat elektronik lainnya yang tidak selamat jika disentuh Mufaisha.
Hal yang paling disukai selain dalam laboratorium pribadinya adalah berada di atap. Jangan pikir, atap adalah atap genteng. Apalagi? Tentu saja membuat percobaan “Penghematan Listrik Menggunakan Inverter, Energy Server, Kapasitor dan lain-lain” dan dia lebih suka menyebutnya sebagai ide cerdas saat emak adalah mahluk paling boros listrik sedunia.
Dengan tingkahnya yang luar biasa itu (baca: di luar garis normal) apa dia juga melewati kisah cintanya layaknya virus merah muda yang menyerang setiap remaja normal?
———————————
Eng. Ing. Eng. Yupp, Mufaisha itu emang di atas normal kalo menurut gue. Hahaha, gimana nggak. Di halaman pertama aja kita dah disuguhin sama aksi Icha *panggilan dari keluarga* bikin kulkas tanpa listrik yang buat dapur Tsani jadi amburadul. Kulkas tanpa listrik yang terbuat dari bambu beserta arang. Tentunya membuat Tsani sang Umi geram dan ngomel-ngomel. Nah, di sini hebatnya Icha, dia balikin perkataan Uminya dengan bilang bahwa pada saat kita marah justru setan yang bahagia. Sebab bisa membuat manusia bisa lupa diri dan menyebutkan ayat Al Quran “…dan orang-orang yang menahan marah dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah sangat mencintai orang yang berbuat kebajikan“. Hahaha, dasar si Icha. Icha juga punya tetangga keceh lohh, tetanggan selama 17 tahun dan balkon kamar mereka saling berhadapan. Kazuma L. Tobing yang sering dipanggil Juma, anak dari Revan dan Nami. Si Juma ini sering banget dikatain pentium sama Icha. Yang seru pas Icha ngapalin rumus volta menggunakan jembatan keledai “Kazuma Naksir Hanum Bikin Sengsara. Kalium, Natrium, Hidrogen, Bismut, Strontium“. Manteb nih apalannya^^ . Oia Icha ini dibikinin laboratorium pribadi sama Athaya dengan syarat di siang hari dia bimbel, menjelang malam dia ngaji. Kalo, Juma, di usia mudanya dia suka berjualan di taman dan uangnya dia ahlikan untuk yayasan panti asuhan yang dibuatnya, dia juga penulis lohh. Banyak banget kisah absurd di sini. Mereka sama seperti remaja lainnya, malah Juma manggil Icha dengan sebutan Ai, alasannya biar beda dan menggambil dari kata Mufaisha (bisaan si Juma). Namun, mereka lebih memilih cinta dalam diam. Gue suka banget nasihat ayah Revan tentang menghormati wanita dan Tsani tentang membangun kapasita diri. Saat scene debat Icha dengan Kalila tentang berhijab, jujur ini emang sering kali yang terjadi jika ditanya kenapa belom mau berhijab, pasti jawabannya belom siap. Nah, argumen Icha ini nampar banget dah. Juga saat Icha mencari keberadaan Tuhan yang langsung dicecer sama Juma dengan pengetahuan agamanya. Juma juga suka bangun Icha pas Qiyamul lail dengan mimpuk jendela kamarnya. Yang kocak saat Icha mau ngelakuin penelitian dan bertanya pada Juma tentang kecepatan buang air kecil dari lantai 3 dan 10. Wkwkwkwk, absurd banget ini si Icha. Gue juga suka analogi Icha yang diambil dari hukum bacaan, dia gak mau jadi Idghom, tapi maunya jadi idzhar^^.

Oia, di sini kita bisa ketemu sama Niam dan Maida alias Nawaila waktu kecil. Ihh, lucu banget mereka. Nangis gara-gara layangannya putus, akhirnya dibuatin layangan make batre sama Icha. Kerennn. Gak ketinggalan papah Mandala yang keceh abis tempat curcolnya Icha. Ah, lupa. Icha punya ade kembar. Yup, siapa lagi kalo bukan Miraj dan Thaimiya. Miraj manjanya minta ampun beda sama thaim yang cool. Miraj jago kaligrafi, Thaim jago di hafalan. Ahh, apakah kak Susan bakal bikin cerita si Miraj?  Heehe. Kalo Thaim kan udah muncul di cerita Niam..piuhhpiuhhh~~

Gue rasa nih, cerita mereka bagus dibaca sama remaja. Bagaimana mereka lebih memilih meredam rasa dan membangun kapasitas diri, dari pada terjebak dalam hubungan tidak halal yang menambah dosa. Cerita mereka membuktikan 2 hal. Di dalam ayat Al-Quran mengatakan “lelaki yang baik untuk wanita yang baik, begitupun sebaliknya“. Dan tentunya, jodoh gak akan kemana-^^-.

Gue kasih 4,5 bintang buat cerita ini. Dari segi cover lumayan dibanding yang pertama, hehe. Semoga cover selanjutnya bisa cetar. Ada juga typo, tapi gak fatal. Kak Susan selalu ngambil sudut pandang orang ketiga yang ngebuat kita tau dari segala sisi. Gaya bahasanya khas Susan, kadang gue suka gak paham, macem bahasa tingkat tinggi dan harus baca dua kali buat ngerti :p . Gue selalu suka pembahasan agama di cerita Susan Arisanti. Nambah wawasan lagi deh^^.
Dan di halaman terakhir Juma ngomong “Malaikat cemburu”. Ahh, jadi inget Sedang Malaikat-pun Cemburu. Cerita tentang Ni’am. Gak sabar buat dijadiin novel cetak.

Nah, bagi yang suka banget baca karya-karya Susan Arisanti  selalu bilang kalo mereka jatuh cinta sama karakter Juma dan Harris. Hihi, yah mereka rada mirip sih, tapi gue lebih suka dan paling suka sama karakter Harris, yah dari semua cerita gue bilang karakter Harris ini loveable banget, yang bikin gue berdoa semoga dapet jodoh suami macem Harris, semuanya bilang “aamiin“. Hahaha, suamiable (yah gak, jeng Ila n Ayang), cool di luar tapi warm di dalam, pengetahuan agama dan akademiknya topcer, dan…aduh stopp, tunggu gue dapetin novelnya baru cerita. Hehe

Nah, sekarang saatnya tebar quote…

•Halaman 84 (gue suka nasehat dari ayah Revan ini):
“Kalau kamu nanti jatuh cinta, maka tetapkanlah wanita itu pada hak-nya. Untuk mendapatkan penghormatan, bukan memainkan perasaanya bahkan melecehkannya. Cinta itu adalah komitmen, dan jika kamu berani mengajaknya pacaran, maka kamu harus lebih dulu berani mengatakan bahwa kamu siap menikahinya”.

•Halaman 104 (Postingan Juma):
“Aku sudah melihat jutaan senja, tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana”.

•Halaman 170 (Catatan Juma):
“Cinta yang kusembunyikan ini adalah tanda bahwa aku mencintaimu, juga mencintai Tuhanku lebih dari nyawaku sendiri”.

•Halaman 258 (ini tulisan Tsani buat menghibur dan nyadarin Icha, well gak Icha aja sihh, kita juga):
“Mufaisha putri Umi, apa kabar hatimu? Masihkah ia sebening embun yang merunduk tawadhu di pucuk-pucuk daun? Apa kabar imanmu? Masihkah ia seperti matahari yang terang benderang menerangi kehidupanmu? Dan… apa kabar takwamu? Masihkah ia setegar karang menghadapi gelombang ujian?”

Baiklah, segitu aja dulu. Padahal banyak banget yang gue tandain. Hahaha, yuwiss. Semoga gue cepet dapet bukunya Harris, Niam, and papah Mandala.\^o^/

Wassalamualaikum.

5

[Review] Tsani & Athaya

image

Judul:  Tsani & Athaya
Karya:  Susan Arisanti
Terbit:  April 2015
Tebal buku: 172 halaman
Penerbit: Griya Pustaka

Assalamualaikum. Hola-helooow, balik lagi. Dah lama banget gak berkunjung ke sini *yampun. Okey, kali ini gue bawa cerita yang baru #asikkk.
Novel satu ini bercerita tentang cowo atheis dan cewe muslimah. Lama gue tungguin buat dibaca, nanya kiri kanan gak ada, sampe nanya ke penulisnyapun udah abis, hingga suatu hari ada fanpage watty yang stock ini buku. Langsung cuss beli, hehe. Novel ini beda banget sama novel yang biasa gue baca. Yup, ini kisah cinta berbalut religi yang dikemas apik sama kak Susan dan buat wawasan Islam gue bertambah disetiap karyanya. Baiklah, langsung aja cekidott…^^

Sinopsis:
Tsani ingin hidup bersama pria yang menikahinya karena Allah. Ia ingin menjalani kehidupan sesuai apa yang iayakini. Namun, ketika Athaya datang padanya dengan sebuah alasan, ia tak mampu menolak. Meski ia tahu bahwa Athaya sama sekali bukan suami ideal baginya.
Banyak hal mendasar yang mengakibatkan mereka berbeda, terlebih Athaya adalah seorang atheis yang berkebalikan dengan Tsani. Juga dosa-dosa masa lalu yang mengancam hubungan mereka. Akan tetapi, bukankah seburuk apapun masa lalu seseorang, masa depannya masih suci?
————–
Sepenggal Cerita:

Kisah Tsani ini bermula saat dia memberanikan diri bertemu dengan Athaya untuk menyelamatkan pesanteren milik ayahnya. Lalu, Athaya membuat penawaran akan mengabulkan keinginan Tsani asal dia bisa ‘tidur’ dengannya. Tsani menyanggupi dengan syarat mereka harus menikah dulu, walaupun nikah siri. Singkatnya mereka menikah dan terjadilah malam pertama. Hmm, di sini awal mula pergolakan batin, saat Athaya ingin menagih haknya, Tsani meminta untuk terlebih dahulu Athaya solat pengantin 2 rokaat dan mendoakannya (gue baru tau ini^^). Saat itulah Athaya geram dan hilang mood, lalu mengaku bahwa dia gak percaya Tuhan itu ada. Jujur dibagian ini gue mau nangis, denger cerita Athaya kenapa dia sampe atheis. Rasanya sakit banget seseorang bilang kaya gitu. Gue tambah bergemuruh saat Tsani bilang “Laa illaha illallah, kau dengar jantungmu? Bisa merasai detaknya? Seperti itulah Tuhan. Kita mungkin tak bisa melihatNya, akan tetapi kita bisa merasakan kehadiranNya” Allahu Akbar. Kisah mereka juga menjadi pelajaran buat gue. Jatuh bangunnya kisah mereka, gue salut banget sama karakter Tsani di sini, kak susan ngebuat seorang muslimah, namun sangat kuat dengan segala tekat dan iman yang dia bawa untuk merubah suaminya. Salut sama Tsani yang tetap bertahan dengan segala kekelaman masa lalu Athaya yang jauh dari kata Islami. Gue juga suka kata-kata ini “Seburuk apapun masa lalumu, masa depanmu masih suci”, jadi jargon banget kayanya. Haha. Rasanya gue mau numpahin di sini semua, gue suka semuanya. Tangis, tawa, getaran, semua jadi satu. Saat Athaya mendoakan Tsani yang lagi tidur dengan memohon pada Allah untuk mengharamkan wajah istrinya dari api neraka dan masuk surga tanpa dihisab. Subhanallah, gue sampe mikir “apa suami gue kelak bakal doain gue juga?” Hahhaa, *yampun na, aamiin^_^*. Salut juga sama Athaya, emang yah banyak banget gangguannya kalo mau Hijrah dan kembali padaNya. Oia, gue juga penasaran sama bacaan Alfiyah Ibnu Malik yang dihafal sama Athaya sebagai syarat dari sang mertua. Pasalnya di setiap karya Susan selalu ada kata hafalan Alfiyah. Kayanya semua pada apal deh, kecuali gue ><…

Well, gue suka banget sama semua karya Susan Arisanti. Berbekal aplikasi wattpad, gue menemukan karya indah ini. Semua karyanya berbau religi, sarat makna, menambah wawasan keIslaman kita. Kadang gue gemeter bahkan sampe nangis saat baca tulisan yang begitu mengagungkan keberadaanNya. Subhanallah, bahkan dari yang gue gak tau, jadi tau. Thanks kak Susan.

Gue mau ngasih bintang 5 boleh ^o^//. Sebenernya gue cuman aga keganggu sama covernya yang menurut gue jauh dari kata bagus, maaf. Tapi, gue berpikir apa gak ada pemilihan cover yang lebih baik dari itu? Yah, perumpamaan ini kayanya berlaku "Don’t judge a book by its cover“, hoho.

Ahhhhh, gue mau nulis beberapa quote yang gue suka. Boleh yah kak Susan :* ((ia, sok atuh)) #ngarang :p

Halaman 33 (yang bikin senyum-senyum):
“Jika ada lelaki memgucapkan ribuan kata cinta-aku belum tentu menyerahkan hatiku. Namun, sekali saja lelaki itu mengucapkan ‘qabiltu nikahha’ maka aku akan mencintainya habis-habisan”

Halamam 75 (buat gue paham makna sahabat, beserta kehadirranNya yang amat dekat):
“Bukankah itu manfaat persahabatan? Tatkala dunia mengucilkanmu, membencimu, dan memusuhimu, sahabat selalu berdiri di sisimu. Menguatkan hatimu yang rapuh dan mengigatkanmu–ada Tuhan yang selalu menggenggam hatimu dan membolak-balikan hatimu. Kau hanya perlu menemuiNya. DIA sangat dekat-lebih dekat dari pada urat nadi leher”.

Halaman 122 (ini mengingatkan gue sama nasehat Abah ke Nawaila, tentang bagaimana kita harus menjadi sebuah wadah yang menampung air*LYKST):
“Memang benar, seseorang dengan payung tidaklah mampu menghentikan hujan yang deras, akan tetapi dengan payung itu seseorang bisa berdiri tegak di tengah-tengah hujan yang deras”.

Halaman 152:
“Memaafkan adalah bentuk tertinggi dari pengertian dan bentuk terkuat kasih sayang”.

Oke, sekian kali ini. Sukses terus buat Susan Arisanti, terus berkarya dengan memukau. Makasih buat cerita Islaminya yang cetar. Semoga selalu melahirkan karya dengan tema religi yang menambah wawasan, aamiin. Berharap novel Rembulan di pinggang bukit buruan nyampe^^,kisah anak pertama Athaya & Tsani, hoho. Gue juga nunggu papah Mandala di bukuin (seru pasti antara religi, cinta, politik), terus Harris yang macem mind reader, dan tentu aja kisahnya Ni’am Zamzami yang bikin bacanya luluh lantah dengan segala pemaparan sosial dan agama (ceritanya doi kuliah di UIN Jakarta, sama kaya gue. Hahhhaha). Gue suka arti namanya Ni’am Zamzami “Berkumpullah padaku segala nikmat”.
Hauhhh, gue baru sadar kalo kisah cinta berbalut Islami itu lebih bikin lumer *es kali ah* luluh lantah, okey gue mulai lebaii. Hihi. See youuuuu.

image

Ahh, hampir lupa. Terima kasih sama fp Novel Wattpad OL buat postcard lucunya :*

Wassalamualaikum.

2

[Curcol] Kegiatan bersama Batra

image

Depan pintu masuk, gaya dulu.

Haii haiii, sodara sebangsa dan setanah air^^
Well, perhelatan Indonesian Open2015 baru aja kelar dan gue akan cerita sedikit petualangan di depan sama belakang layar *laga banget*
Cikidutttt….

image

@BmintonTraveler

Pertama gue seneng banget bisa gabung sama komunitas yang satu ini 😁 perkumpulan para pecinta Bulutangkis *biasanya kpopers kan, gue* haha, thanks to eonni Fei yang udah ajak dan kaka Abe yang ajak eonni Fei😹😹. Sebut saja nama komunitas ini Batra merupakan singkatan dari Badminton Traveller. Project kali ini adalah ikut lomba sporter di Istora buat BIO2015. Pertama kenal mereka belom banyak interaksi, tapi lama-lama sangat menyenangkan. Meet ke 2 lagi ada acara rajut-merajut di sebuah taman kota Jakarta * :p * kata pertama yang gue ucapin dalem hati “gokil, wow, keren, unik amat konsep bakal kostumnya” Indonesia abis and i love it . Ngerajut satu aja dah bikin puyeng, hahaha mereka daebak dah. Sambil ngerajut minum air, ehh nonton drakor maksudnya. Drakor di tab kak Dinda yang lagi OnGoing The Producers yang main ada IU & KSH^ demenan eonni Fei. Berada di antara mereka yang bisa di bilang Badminton Lovers make banget, jujur gue ngerasa bego, soalnya gue cuman tau yang dari Indonesia.. hahahaa kalo luar negerinya beberapa doang😁 *ceritanya nasionalis, taunya dari Indonesia aja*

image

Edisi merajut

Okey, abis acara ngerajut kita mulai latihan yel-yel. Hari ke-3 pertemuan di monas. Ada skandal dikit sebelom gue sama ila sampe di lokasi, uppss gue gak bakal bilang, la tenang aja 😜 .

image

D-day Selasa, 2 Juni 2015 kita tampil. Pagi-pagi kita GR dulu di parkiran sambil jelalatan kali aja atlet pada lewat, syukur-syukur Daddy lewat 😄. Abis GR kita keliling dulu muterin sudut-sudut bazar BIO2015. Mata gue tentunya langsung mencari blibli.com buat dapet kipas *kelakuan* dan Gramedia…haiss cuman 10% diskon, gue sama Ila cuman bisa miris😐. Back to Team, gue lupa kenalin yah. Team ini di ketuai oleh Tommy gak make Sugiarto aka Bumbum, well gue rasa dia Indonesian Idol wannabe hehe, terus ada chan, satu-satunya wanita dalam komunitas inti Batra, keren banget dah. Mereka berdua ngelead kita buat terus semangat, ada Ma Doddy yang katanya to’a Batra, hahahaha dan salut buat Ferry walo kakinya lagi sakit, tetep semangat terus buat ikutan, dedikasinya luar biasa #apadah 😛 . Ada banyak deh, total team 25 beserta team dibalik layar yang luarr biasaaa🙌.

image

image

Full team

image

Sebelom masuk, bernarsis ria dulu.

image

Pulangnya ngejar-ngejar BIO. Gegara ini dapet tiket gratis dari @Djarum_Badminton^^

image

Gak lupa eksis di dalem 😅

Abis ganti kostum biasalah jepret kanan kiri, jujur lagi gue degdegan…hahaha. Kita kebagian jatah jam 4-6, mayan dah tuh. Masuk dari gate A4, kita langsung ngeyel-yel. Bales-balesan ma team lain di sebrang sana. Jujur lagi nih yah, gue kadang gak konsen liatin lapangan, sibuk ngeyel-yel😹😹. Tapi pas Jojo n Daddy main, beuhh pol-polan teriaknya😹. Endingnya kita juara 6, sempet lola gitu deh pas nama kita yang disebut, hehehe. Di luar ekspetasi kita semua. Alhamdulillah^^.

image

Luar biasakan kostum kita^^

image

Bersama maskot kita, sebelah kiri Chan, kanan Jojo.

image

Banyak juga yang ambil poto kita lohhhh :p

Kebersamaan itu yang penting dan juara merupakan bonusnya.
Tetap semangat kita pasti bisa, woyooo woyoo🙌🙌🙌. Insallah di lomba berikutnya bisa lebih baik…ammmiinnnn.
Cuman mau bilang sama Batra, terima kasih dan kalian ehh kita😁 ehh kalian, hmm Batra luar biasaahhhhhhh *tepok raket* 🙆 *tebarrr popo* 😘

*cuplikan-cuplikin

image

Kiriman dari Firman

image

image

Gak tau gaya apa?

image

Dan wasitpun pengen ikutan

image

Ngerasa seneng, saat banyak media yang posting

image

Narsis luar dalem

image

Go Batra Go Batra Go *make To'a*

image

Yeayy

*Pemain sekarang dan masa depan

image

Daddyyy kecehhh

image

Jojo saat beraksi

image

Si bohay "Wahyu". Demenan baru, eonni Fei.

0

[Eksperimen] Edisi Ultah Ibu^0^

image

Hasil kreasi chef lina :p

Hari ini tepat tanggal 26 Mei 2015 ulang tahun ibu dan Telkomsel..hehe

Ulang tahun ibu kali ini, gue nyoba bikin cake ala ala gue yang gak tau gimana rupa dan rasanya😜

Bahan kuenya sendiri gue bikin macem choco lava, tapi porsi rada gede. Berhubung ibu suka stawberry, well buah yang satu ini kadang asem kadang manis, namun menyegarkan #apadah. Jadilah si stawberry dan cokelat sebagai bahan yang kudu wajib ada di kuenya:mrgreen:.

image

Bahan-bahan

image

Sebagian bikin yang kecil

image

Taaraaaammmm^^

Ceritanya juga pas lagi ngeoven gas mati, alamak…untung dah mateng #alhamdulillah. Pas mau bikin cream-nya, gue beneran gak tau kudu berapa lama tuh bahan di mixer…hehehe.
Lanjut oles sana oles sini…kue yang gede gue bikin separo putih (cream) separo cokelat (sisaan drakco). Trus tumpuk-tumpuk stawberry, ambil cokelat bentukan gue di kulkas. Pas di lepasin pada retak tuh tulisan😥, tapi gue gak ilang akal😎. Gue bikin garis nama make sisaan cream…woww gak nyangka jadinya lucuuu, baguss…rasanya..hemmmmm gak tau dehhh..hahaha

image

Ini primadonanya^^

Terus teruss, ada sisaan stawberry #sisaanlagi.. gue bikin jus deh, so semua bahan terpakai:).

image

Berkali-kali lagi, 생일 축해합니다, selamat ulang tahun ibu aku tersayang, terima kasih selalu sayang ma aku, selalu sabar ngadepin kelakuan aku..#hhehe. Super duper mom yang daebak abiss….Love u Mom😘 *tebar kisseu*

image