0

[Review] Rembulan di Pinggang Bukit

Assalamualaikum. Yuhuwwww, im back. Akhirnya novel ini sampe dengan selamat sentosa di rumah gue, hehehe. Rembulan di Pinggang Bukit, bercerita tentang anaknya Tsani & Athaya. Yup, masih inget kan siapa mereka^^. Nah, kali ini cerita tentang anak pertama mereka yaitu Mufaisha Rahma Nurpati dan yah, kita bisa liat juga cerita rumah tangga Tsani & Athaya. Yukk mariii

image

Judul: Rembulan di Pinggang Bukit
Karya: Susan Arisanti
Tebal buku: 283 halaman
Tahun Terbit: April 2015
Penerbit: Griya Pustaka

Sinopsis:
Hiperaktif. Sering kena omel. Sadis. Jutek. Tapi, memiliki hati yang lembut. Sebut saja Mufaisha Rahma Nuroati. Usianya 17 tahun, tapi tidak seharipun dia tidak membuat kesal ibunya. Mulai dari kulkas yang rusak, kabel listrik yang di acak-acak, mesin cuci yang ngadat, dan alat elektronik lainnya yang tidak selamat jika disentuh Mufaisha.
Hal yang paling disukai selain dalam laboratorium pribadinya adalah berada di atap. Jangan pikir, atap adalah atap genteng. Apalagi? Tentu saja membuat percobaan “Penghematan Listrik Menggunakan Inverter, Energy Server, Kapasitor dan lain-lain” dan dia lebih suka menyebutnya sebagai ide cerdas saat emak adalah mahluk paling boros listrik sedunia.
Dengan tingkahnya yang luar biasa itu (baca: di luar garis normal) apa dia juga melewati kisah cintanya layaknya virus merah muda yang menyerang setiap remaja normal?
———————————
Eng. Ing. Eng. Yupp, Mufaisha itu emang di atas normal kalo menurut gue. Hahaha, gimana nggak. Di halaman pertama aja kita dah disuguhin sama aksi Icha *panggilan dari keluarga* bikin kulkas tanpa listrik yang buat dapur Tsani jadi amburadul. Kulkas tanpa listrik yang terbuat dari bambu beserta arang. Tentunya membuat Tsani sang Umi geram dan ngomel-ngomel. Nah, di sini hebatnya Icha, dia balikin perkataan Uminya dengan bilang bahwa pada saat kita marah justru setan yang bahagia. Sebab bisa membuat manusia bisa lupa diri dan menyebutkan ayat Al Quran “…dan orang-orang yang menahan marah dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah sangat mencintai orang yang berbuat kebajikan“. Hahaha, dasar si Icha. Icha juga punya tetangga keceh lohh, tetanggan selama 17 tahun dan balkon kamar mereka saling berhadapan. Kazuma L. Tobing yang sering dipanggil Juma, anak dari Revan dan Nami. Si Juma ini sering banget dikatain pentium sama Icha. Yang seru pas Icha ngapalin rumus volta menggunakan jembatan keledai “Kazuma Naksir Hanum Bikin Sengsara. Kalium, Natrium, Hidrogen, Bismut, Strontium“. Manteb nih apalannya^^ . Oia Icha ini dibikinin laboratorium pribadi sama Athaya dengan syarat di siang hari dia bimbel, menjelang malam dia ngaji. Kalo, Juma, di usia mudanya dia suka berjualan di taman dan uangnya dia ahlikan untuk yayasan panti asuhan yang dibuatnya, dia juga penulis lohh. Banyak banget kisah absurd di sini. Mereka sama seperti remaja lainnya, malah Juma manggil Icha dengan sebutan Ai, alasannya biar beda dan menggambil dari kata Mufaisha (bisaan si Juma). Namun, mereka lebih memilih cinta dalam diam. Gue suka banget nasihat ayah Revan tentang menghormati wanita dan Tsani tentang membangun kapasita diri. Saat scene debat Icha dengan Kalila tentang berhijab, jujur ini emang sering kali yang terjadi jika ditanya kenapa belom mau berhijab, pasti jawabannya belom siap. Nah, argumen Icha ini nampar banget dah. Juga saat Icha mencari keberadaan Tuhan yang langsung dicecer sama Juma dengan pengetahuan agamanya. Juma juga suka bangun Icha pas Qiyamul lail dengan mimpuk jendela kamarnya. Yang kocak saat Icha mau ngelakuin penelitian dan bertanya pada Juma tentang kecepatan buang air kecil dari lantai 3 dan 10. Wkwkwkwk, absurd banget ini si Icha. Gue juga suka analogi Icha yang diambil dari hukum bacaan, dia gak mau jadi Idghom, tapi maunya jadi idzhar^^.

Oia, di sini kita bisa ketemu sama Niam dan Maida alias Nawaila waktu kecil. Ihh, lucu banget mereka. Nangis gara-gara layangannya putus, akhirnya dibuatin layangan make batre sama Icha. Kerennn. Gak ketinggalan papah Mandala yang keceh abis tempat curcolnya Icha. Ah, lupa. Icha punya ade kembar. Yup, siapa lagi kalo bukan Miraj dan Thaimiya. Miraj manjanya minta ampun beda sama thaim yang cool. Miraj jago kaligrafi, Thaim jago di hafalan. Ahh, apakah kak Susan bakal bikin cerita si Miraj?  Heehe. Kalo Thaim kan udah muncul di cerita Niam..piuhhpiuhhh~~

Gue rasa nih, cerita mereka bagus dibaca sama remaja. Bagaimana mereka lebih memilih meredam rasa dan membangun kapasitas diri, dari pada terjebak dalam hubungan tidak halal yang menambah dosa. Cerita mereka membuktikan 2 hal. Di dalam ayat Al-Quran mengatakan “lelaki yang baik untuk wanita yang baik, begitupun sebaliknya“. Dan tentunya, jodoh gak akan kemana-^^-.

Gue kasih 4,5 bintang buat cerita ini. Dari segi cover lumayan dibanding yang pertama, hehe. Semoga cover selanjutnya bisa cetar. Ada juga typo, tapi gak fatal. Kak Susan selalu ngambil sudut pandang orang ketiga yang ngebuat kita tau dari segala sisi. Gaya bahasanya khas Susan, kadang gue suka gak paham, macem bahasa tingkat tinggi dan harus baca dua kali buat ngerti :p . Gue selalu suka pembahasan agama di cerita Susan Arisanti. Nambah wawasan lagi deh^^.
Dan di halaman terakhir Juma ngomong “Malaikat cemburu”. Ahh, jadi inget Sedang Malaikat-pun Cemburu. Cerita tentang Ni’am. Gak sabar buat dijadiin novel cetak.

Nah, bagi yang suka banget baca karya-karya Susan Arisanti  selalu bilang kalo mereka jatuh cinta sama karakter Juma dan Harris. Hihi, yah mereka rada mirip sih, tapi gue lebih suka dan paling suka sama karakter Harris, yah dari semua cerita gue bilang karakter Harris ini loveable banget, yang bikin gue berdoa semoga dapet jodoh suami macem Harris, semuanya bilang “aamiin“. Hahaha, suamiable (yah gak, jeng Ila n Ayang), cool di luar tapi warm di dalam, pengetahuan agama dan akademiknya topcer, dan…aduh stopp, tunggu gue dapetin novelnya baru cerita. Hehe

Nah, sekarang saatnya tebar quote…

•Halaman 84 (gue suka nasehat dari ayah Revan ini):
“Kalau kamu nanti jatuh cinta, maka tetapkanlah wanita itu pada hak-nya. Untuk mendapatkan penghormatan, bukan memainkan perasaanya bahkan melecehkannya. Cinta itu adalah komitmen, dan jika kamu berani mengajaknya pacaran, maka kamu harus lebih dulu berani mengatakan bahwa kamu siap menikahinya”.

•Halaman 104 (Postingan Juma):
“Aku sudah melihat jutaan senja, tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana”.

•Halaman 170 (Catatan Juma):
“Cinta yang kusembunyikan ini adalah tanda bahwa aku mencintaimu, juga mencintai Tuhanku lebih dari nyawaku sendiri”.

•Halaman 258 (ini tulisan Tsani buat menghibur dan nyadarin Icha, well gak Icha aja sihh, kita juga):
“Mufaisha putri Umi, apa kabar hatimu? Masihkah ia sebening embun yang merunduk tawadhu di pucuk-pucuk daun? Apa kabar imanmu? Masihkah ia seperti matahari yang terang benderang menerangi kehidupanmu? Dan… apa kabar takwamu? Masihkah ia setegar karang menghadapi gelombang ujian?”

Baiklah, segitu aja dulu. Padahal banyak banget yang gue tandain. Hahaha, yuwiss. Semoga gue cepet dapet bukunya Harris, Niam, and papah Mandala.\^o^/

Wassalamualaikum.

Iklan
0

[Review] The Way We Were (Laut Senja)

holaaaa kali ini mau ngebahas sepenggal cerita, tapi dikit aja haha dari novel karya Sky Nakayama 

Terbitan Gagasmedia

The Way We Were

(Kita Dulu dan Sekarang)

 2014-02-25 22.00.52

          Aku tahu kamu ragu.

Namun, pertemuan pertama kita… selalu berkesan buatku.
Kamu yang lugu, selalu sibuk dengan pikiranmu.
Laut ada aku disini.
Laki-laki yang selalu suka dengan tawa dan ceitamu.
Juga galaknya kamu, waktu awal bertemu.
Bebaskan hatimu.
Karena air mata tak pernah membuatmu lucu.
Kemarilah dan genggam tanganku.
Untuk segala rasa dan cinta yang ingin berlabuh.

Oke kita mulai dari cerita Laut Senja , Laut adalah seorang gadis dari Jakarta yang kuliah di Bandung, pertemuan pertamanya dengan sosok Oka Satria Adhiyaksa disebuah bis kota Bandung, Laut menganggap Oka pengamen saat itu padahal Oka sedang meminta donasi atas nama kampus, dan Oka pulalah yang mengambil dompet Laut saat dicopet oleh pencuri hingga dia babak belur, Okalah penyelamat bagi Laut. Oka ini tipe implusif kalau kata Kei, Kei itu sahabat Oka dari kecil yang tau luar dalemnya Oka, dan dia juga yang langsung bisa menebak kalau ada seseorang yang menarik perhatian sahabatnya itu. Keseharian Laut yang ceria membuat Oka senang berada disekitarnya, mengajaknya makan bahkan belibur ke Bali di malam Tahun baru. Tapi dibali kecerian Laut sebenarnya dia menyimpan sejuta perih dalam hidupnya, hubungannya dengan ibunya tentu tak seindah bayangannya. Ibunya selalu terkesan tak menginginkan Laut, Laut mempunyai dua kaka, Kak Denis dan Kak Marissa, berbeda dengan sikap ibunya, Ayah Laut sangat menyayaginya. Tapi isu perselingkuhan sang Ayah membuat seisi rumah geger bahkan Lautlah yang menemukan fakta itu didepan matanya. Untunglah Laut mempunyai sahabat seperti Alin yang menemaninya. Hubungan Oka dan Laut dimaknakan Laut hanya sekedar kakak dan adik namun itu berbeda menurut Oka. Alin yang terang-terangan menyukai Kei di depan Laut saat mereka pertama bertemu di Bali. Permasalahan bergulir begitu deras dalam hidup Laut dari mulai dia merasa nyaman dengan Kei dan menyatakan cintanya serta Oka yang mundur perlahan demi kebahagian Laut, ditambah konflik keluarga yang membuat dia hampir gila.

 Menurut w ni novel cukup bagus, ini lebih banyak konflik batin Laut sih terhadap peliknya konflik keluarga antara Ibu dan Ayahnya, serta Ibunya dan Laut sendiri. Tapi yahh w aga kurang paham sama sikap ibunya ke Laut, biar gimanapun Laut itu anaknya yang lahir dari rahim dia, kenapa dia bisa ngebedain Laut sama kakak-kakaknya dan cenderung malah gak suka sama Laut, terlepas dari massa lalu yang akhirnya memunculkan Laut di keluarga itu, tetep aja w pikir yang namanya seorang ibu tuh lebih sayang anaknya dari apapun. Dan tentang konflik perselingkuhan disini tuhh woww,,,nggak nyangka juga sang Ayah bakal ninggalin rumah dan milih buat sama cinta pertamanya yang harus dia lepaskan karna dijodohkan dengan ibu Laut. Pelajaran dari situlah yang membuat Laut dewasa akan cinta.

W kagum juga sama Oka saat dia rela make baju sinterklas buat menghibur Laut buat bikin Laut bisa senyum lagi tapi jlebb bgt pas dateng taunya Laut sama Kei,,, *pukpuk Oka* dan yang pas Oka ditilang ma polisi *ahahahaha koplak bgt asli si Oka* …Oka itu cowo yang bisa dibilang nggak suka mau tau walaupun nggak bisa dipungkirin dia juga kepo, nah Kei ini kebalikan dia tuh rada kepo dan lebih bisa menganalisis keadaan. Trus Alin, w agak sebel juga sama dia waktu Laut kabur dia sebagai sahabat malah cenderung nggak perduli dan ninggalin Laut saat udah ketemu cuman buat marah-marah soal Laut yang suka sama Kei,,, *aduh Alin katanya sahabat tapi gara-gara itu doang kok jadi acuh gitu,,,aku keciwa* dan Kakaknya Laut, Denis dan Marina menurut w juga aga g perhatian sama adenya.. okelah buat novel ini w bakal kasih bintang 3[***] yeayyyy

Terlepas dari itu w suka bgt quote yang ada didalem novel ini ^^ diantaranya *nggak mungkin juga nulis semuanya kan* cekidotttt…

Suka banget kata-kata Oka yang ada dihalaman 241, menurut w dewasa sekali kata-kata ini ^^:

“Jangan manjain hati. Biarlah dia terluka sekali, supaya dia bisa belajar untuk menghargai kebahagian. Supaya dia bisa belajar untuk bangkit kembali setelah sesuatu membuatnya terluka. Biarkan dia dewasa”

Dan quote yang ada di halaman satu:

“Once I wanted to be the geatest Two fists of solid rock with brains that could explaind any feeling”.

2

[Review Novel] Men[♥]jeda (kisah cewek galau sejagat)

Yuhuuuuu kembali lagi dengan sepenggal cerita dari novel yang abis w baca, yapp kali ini w akan sedikit ngebahas tentang satu novel baru. Ceritanya pas w lagi ke gramed *lagi ada diskon dari gramed^^* sama temen w istrinya si yuyun w ngelirik satu novel ini *sebenernya banyak sihh hehe* dari judulnya Men[]jeda…hemmmm sempet mikir apa maksudnya yahh…setelah baca sinopsis dibelakangnya jadi makin tertarik,,,sepertinya ceritanya manis,,,hehehe. Dengan harga asli Rp. 49.000 dan dapet diskonan 20% *lumayan* serta tebal buku 272 halaman, Men[]jeda adalah novel debut karya Adya Pramudita, perempuan kelahiran asal kota Bogor.

Gambar

Judul : Men[]jeda (Mencari Muara Cinta)

Pengarang: Adya Pramudita

Terbitan: Grasindo, 2014

Sinopsis

Mengingat dirinya, aku seperti melukis sketsa dari garis terakhir. Menemukan kegembiraan, tawa, jahil dan tangis pada kurun waktu yang lampau. Setidaknya, aku pernah mengenang, bahwa aku pernah merasa bahagia dimasa laluku.

Bersamanya…sketsa cintaku tak perna usang. Namun, ketika aku menemukanmu ataukah engkau yang menemuanku? Keseharianku seakan diselingi alunan lagu dengan lirik-lirk yang merdu. Kaun mengenalkan aku pada kehidupan yang memiliki banyak warna. Kau juga yang menggenggam erat tanganku disaat aku harus membuat keputusan tersulit.

Kehadiranmu bagai pilar untukku dapat bersandar, dan membantuku agar selalu berdiri tegar.

Sepenggal kisah

Kita memang memiliki satu hati, tapi kita bisa menyayagi beberapa orang dalam waktu yang sama. Tentu dalam tingkat yang berbeda…hanya hati kita yang mengetahui siapa yang menempati ruang dan tingkatan yang mana. Dan, seharusnya itu tidak tertukar.

Namun hidup adalah serangkaian peristiwa dalam gerombolan-gerombolan kejadian. Kita bisa memutuskan siapa yang akan kita turunkan dalam sebuah stasiun dan meninggalkannya, kemudian kita bisa memilih siapa yang akan menemani perjalanan kita selanjutnya. Seharusnya demikian, pada kenyataannya, TIDAK.

Ketika dirimu terpisah dari seseorang di masa lalu, tidak serta merta jejaknya terhapus dalam ingatanmu…ia mampu menguntit , hingga engkau harus kembali. Kembali untuk membuka lagi atau sekaligus menutup rapat kisah itu, dan menyimpannya dalam ruang yang terkunci.

Itu adalah kisah pada halaman pertama dalam novel, bercerita tentang seorang gadis bernama Keira yang harus terpisah dengan Giras karena hubungan mereka ditentang oleh ayah dan ibu Keira, ibunya adalah seorang wanita karir sementara ayahnya adalah seorang camat yang disegani didesa walaupun begita sang ayah tak punya kendali di dalam rumah seperti macan kehilangan giginya, karna sang ibulah yang mengontrol isi rumah beserta masa depan anak-anaknya, Keira memiliki kaka yaitu Rania namun mereka berbeda, Rania lebih menurut menjadi cetakan yang ibunya inginkan, sementara Keira selalu mencari kesempatan untuk kabur dari rumah dan bermain bersama Giras. Giras adalah seorang anak yang bisa dikatakan brandalan dia selalu mengutamakan kebutuhan keluarganya walau dengan cara yang nggak halal. Saat SMA mereka harus terpisah, lebih tepatnya dipisahkan, saat Keira ingin pergi Giras berada didepan pagar Keira dan mengatakan pada Keira “pasti itu yang terbaik untukmu Kei” kata itu yang selalu tergiang dalam ingatan Keira.

Setelah tiba di kota Bogor, Keira tinggal bersama tantenya yaitu tante Rein dia yang mengus Keira selama sekolah. Berada di tempat baru membuat Keira sulit untuk beradaptasi, dia menjadi anak yang penyendiri dan tidak banyak ngomong. Saat itulah datang Radja…dia adalah satu-satunya orang yang mengulurkan tangannya untuk Keira. Radja yang menyadari Keira tentang bakatnya, bahkan Radja memberi satu rim kertas A4 untuk Keira membuat cergam dan diam-diam Radja pula yang memasukkannya ke mading sekolah. Radja memberikan banyak warna  dalam kehidupannya. Hingga saat kuliah mereka terpisah, Keira kuliah seni rupa di ITB sementara Radja harus kuliah di kota Roma Negara ibunya. Sanyangnya ditengah jalan kuliah Keira harus terhenti karna terbentur biaya dan kenyataan bahwa ayah dan ibunya telah berpisah, ayahnya dipecat dan status PNSnya dicabut tanpa alasan. Tak berselang lama Radja mencari Keira dengan mengitari kota Bandung selama 13 hari, saat itulah Keira bercerita tentang kisahnya selama Radja tak ada, tanpa basa basi Radja memboyong Keira untuk hidup di Kota Roma bersama dirinya dengan menggunakan uang warisan neneknya. Bersama Radja, Keira sekali lagi menemukan jalannya, sosok pria yang selama 10 tahun bersamanya, sampai Keira menjadi designer. Dalam perjalan 10 tahun mereka, Keira masih teringat tentang Giras bahkan sosoknya selalu muncul pada tiap sketsanya. Hingga suatu ketika Radja menggambil keputusan untuk menjeda hubungan mereka agar Keira bisa mantap memilih antara dirinya atau Giras.

Cerita ini manis dengan gaya bahasa yang bagus ditampilkan oleh penulis, cara berceritanya jugaa asik, membuat pembaca bisa menyelam kedalamnya dan mengetahui gambarannya. banyak kosa kata Italia,,,yahh sekalian belajar bahasa Itali hehehe,, Buona fortuna (semoga berhasil)  nggak ketinggalan banyak typo kanan kiri yang bikin aga bingung bacanya terus penggunaan tanda baca juga sering bikin bingung dan lagi suka ada alur yang tiba-tiba melenceng tanpa penjelasan dan kembali lagi.

Over all w suka ini novel Keira si cewe tergalau sejagat raya,,,ampun dah sama dia yang emosinya berubah-ubah secara drastis dan g pernah yakin sama apa yang bakal dipilihnya. Aga sebel juga sih saat dia menelantarkan cinta Radja dan milih pulang mencari Giras. Sementara Radja sendiri adalah sosok cowo yang nyaris sempurna menurut w ^^. Elang Radja Samudara, w nggak abis pikir aja ada cowo berhati malaikat kaya dia dan membuat w berpikir keras “ada nggak sih sosok Radja di dunia nyata”…kalau ada pesen satu LoL…Radja itu baiknya ampun ampunan dehh,,,selalu berpikir dewasa macam pria sejati bahkan dia mengartikan kata cemburu dari sudut yang berbeda yaitu dari segi kebahagian, jadi dia rela ngelepas cewe yang dia cintai kalau cewe itu bahagia…*yampun Radja kau ini apa” :p . dan Giras yang merupakan temen dari kecil Keira walaupun hubungan mereka ditentang oleh orangtua Keira, dan Giraslah yang membuat Keira kembali.

Hmmmm cinta, simpati ataukah rasa iba,,semuanya amat tipis memang perbandingannya,,,baca ni novel emang gregetan liat kegalauwan Keira dan kebaikan minta ampun Radja serta sosok Giras yang menjadi dewasa yang selalu ada dalam pikian Keira.

Tapi-tapii di Roma itu si Keira tinggal satu apartemen sama Radja padahal nggak ada hubungan apa-apa, aga janggal emang kalo dipikir secara di Indonesia hal kaya gitu nggak wajar, bukan muhrim katanya apalagi satu atep. Well mungkin gpp bagi Radja yang setengah indo lebih lagi mereka di Roma, walau mereka make batas teritorial di dalam rumah tapi tetep aja yah klo adat timur aga gmn gituu… ^^ oke w pribadi bakal kasih hmmmm 3.5 bintang deh…sukses terus buat penulisnya, makasih juga karna dan nyuguhin diksi gaya bahasa yang indah banget didalemnya *itu yang lagi w pelajari* ^^ dan bisa belajar dikit bahasa Itali,,,sambil menyelam minum aerr  #glekk  Grazie mille (terima kasih banyak).

1

[Review Novel] Cotton Candy Love

wahhh udh lama bgt gak nulis di blog yang unyu” ini,, hehehe,, comeback dengan membawa sepenggal cerita dari sebuah novel *apa dah* yahhh disela-sela keruetan nulis skripsi,, jd punya hobby baru,,, baca novel,,*jrenggjrengg* so mau curcol soal novel” yang udah dibaca… kalau kurang bagus,,yahh begitudah adanya 😛 ,,, semoga kedepannya lebih baik,,^^

letsss cekidott

Cotton Candy Love

(Pangerang Gula Kapas dan Putri Balerina)

Piscila Stevanni

Terbitan Bentang Belia, Januari 2013

Gambar

….Entah kenapa kejadian sembilan tahun silam itu terus teingat di kepalau. Kamu, kepolosanmu dan gula kapas di tanganmu. Seakan ini sudah diatur, kebetulan yang telah ditakdirkan. Aku bertemu lagi denganmu, dengan segala perubahan. Kita sama sekali berbeeda, tak lagi seperti dulu yang lucu dan lugu.

Perpisahan meninggalan kenangan….

Lalu, sebuah petemuan yang manis, menyenangkan, tapi singkat. Sama seperti potongan gula kapas yang meleleh dalam mulut.

 

Sepenggal cerita

Demaya Hotel, tempat sessa kecil yang sedang melakukan pertunjukkan balerina besama teman-temannya. Sedari tadi yang dilakukan sessa hanyala manyun dan berfikir agar dia bisa kabur dari acara itu, karena dia ingin menghadiri acara ulangtahun sepupunya, saat sedang duduk sessa dihampiri oleh anak laki-laki yang sedang memakan gula kapas, dengan terang-terangan anak laki-laki itu bilang kalau dia sangat jelek “kamu jelek banget tadi, soalnya kamu nggak senyum”,  sessa hanya bisa terdiam. “mau tau caranya supaya bisa tersenyum?” “nih,” anak itu menyodorkan gula kapasnya “kalau makan ini aku pasti jadi senang”. Entah kenapa sessa menggambilnya lalu memakannya sementara anak laki-laki itu sudah pergi, sambil merasakan manisnya gula kapas dan melihat kepergiannya sesspun tersenyum,,, yah sejak saat itu kiranya sessa menjulukinya “pangeran gula kapas” yang selalu mengelilingi pikirannya.

Sessa mempunyai 2orang sahabat baiknya, agta dan yoza yang sama-sama bersekolah di JPS, agta dan sessa satu kelas di kelas XI IPA 2, sementara Yoza pisah kelas, saat di kelas Sessa mengajukan diri sebagai ketua kelas *karena nggak ada yang ngajuin diri* tapi tetap saja Elora yang laganya kaya princess terus-terusan mencibir sessa, dan sessa duduk sebangku dengan cowok dingin, dan suka bolos, dia adalah sepupu Yoza yang kurang deket namanya Ezra, awalnya sessa kesulitan untuk bisa berkomunikasi dengan Ezra, tapi dengan sifat ceria dan pantang menyerah Sessa pun menjadi orang yang paling mengenal Ezra diantara teman yang lainnya, Sessa meluluhkan hati ezra dengan membeikan arti kebersamaan yang hangat, mengajar di Rumah Merdeka sebagai pelukis yang membuat Ezra mempunyai keluarga baru yang hangat.

Novel ini menurutku lumayan, walau ceritanya agak klasik tapi novel ini aga beda, dengan menggunakan gaya bahasa orang ketiga serba tau, disini kita bisa melihat perasaan dari berbagai sudut, dalam novel ini tuh banyak ngandung pesan, memberikan kita banyak pelajaran tentang makna semangat, arti teman, arti keluarga, sangat memotivasi kalau menurutku. Quote yang menjadi favoitku disini tuh dari ucapan Sessa yang membuat Ezra mengingat kata-kata itu

 …”seberapa normal keluarga lo tergantung dari seberapa besar penerimaan lo terhadap satu sama lain”.

Menurutku sessa adalah anak yang inspiratif, yang patut dicontoh sama anak-anak sekolah lainnya, dengan dia yang aktif dan selalu mengukuti kegian sekolah dari OSIS sampe kegiatan sosial diluar sekolah, dan kepeduliannya terhadap sesama temannya, aku rasa sifat sessa patut ditiru dengan sifatnya itulah yang membuat Ezra bisa perlahan membuka hatinya dari es batu berubah jadi air hangat kalau udah sama Sessa #eaaa, hingga suatu ketika Ezra yang lebih dulu menyadari kalau Sessa adalah si baleina kecil dulu, dan sessa mengetahui setelahnya bahwa Ezra adalah pangeran gula kapasnya, hmm permasalahan gak hanya sampe situ aja, kehadiran saira cewe yang selalu nempelin Ezra waktu diJerman kini datang ke Jakarta, dan Kak Nala sang ketua OSIS yang selama ini PDKT dengan gencar ke Sessa, dan perasaan Sessa yang menganggap semuanya hanyalah teman, sampai ia merasakan ada yang beda saat bersama Ezra. Serta permasalahan keluarga Ezra dan rahasia keluarga Sessa. Sangat menarik menurutku saat mengetahui rahasia Sessa, sekali lagi gadis itu menunjukkan bahwa apapun yang terjadi dalam hidup itu sudah ditentukan, dan tergantung dari penerimaan kita untuk menerima itu semua agar kitapun merasa bahagia,,,

Aku pribadi bakal kasih 3,8 bintang deh,,, ^^ yeayyyyy

0

[Sinopsis] Wedding Dress (Film Korea)

Movie: Wedding Dress
Revised romanization: Wedingdeureseu
Hangul: 웨딩드레스
Director: Hyeong-jin Kwon
Release Date: January 14, 2010

Genre: Drama, Family
Production: Road Pictures
Distribution: Sidus
Language: Korean
Country: South Korea

Cast :

Song Yoon-ah 송윤아 As Mom, Seo Go-eun (엄마, 서고운)
Kim Hyang-ki 김향기 As Daughter, Jang So-ra (딸, 장소라)
Lee Ki-woo (이기우) As Ji-hoon (지훈)
Jeon Mi-seon (전미선) As Ji-hye (지혜)

Ini postingan pertama w tentang film xexeexe, kenapa mau nulis tentang film ini karena ini film daebak banget, keren dan mengharu biru

Gini sedikit cerita yang ada di filmnya

Film wedding dress, film ini bercerita tentang seorang ibu Seo Go-eun  yang single parent dengan seorang anak perempuan bernama jang so-ra, sang ibu bekerja sebagai designer di salah satu butik baju pernikahan, sang ibu ini termaksud yang gila kerja. Sementara sang anak So-ra dia adalah anak yang cerdas tapi sifatnya sedikit sombong hmmm lebih ke kebersihan kali yah ni anak, nah karena sifatnya yang kurang bagus itu dia jadi nggak punya temen, dia juga suka bolos les ballet karena ada teman yang nggak disukainya. So-ra juga termaksud manja sama ibunya, suatu ketika saat pulang sekolah ternyata hujan, dia nggak denger kata ibunya yang nyuruh dia bawa payung, dan dia segera menelphon ibunya untuk menjemputnya, padahal sang ibu sedang sibuk.

Karena sang ibu ini wanita karir jadi sangat sibuk banget, nggak jarang dia ngajak so-ra ke kantornya. Keluarga ini cukup lucu, kalau mau makan mesti kerumah kakak ibunya alias pamannya karena sang ibu nggak bisa masak. Sang ibu yang perancang baju pengantin, sengaja membuatkan wedding dress untuk So-ra dewasa nanti. Walaupun ada yang mau membelinya tapi dia tetap mempertahankan kalau itu milik So-ra.

Nah suatu ketika si ibu di vonis kena kangker lambung dan udah parah, mengetahui kondisinya yang parah sang ibu merahasiakannya dari anaknya, dan bertekat untuk lebih sering menghabiskan waktu dengan anaknya, segala macam keinginan anaknya dia turuti. Saat sedang berkumpul dengan kakaknya tiba-tiba dia pingasa, disinilah ketauan kalau dia mengidap kangker lambung akut dan harus menginap dirumah sakit, tapi demi So-ra anaknya dia menolak, sang kakak hanya bisa menahan tangis. Diam-diam So-ra menyadari kalau ibunya sedang sakit, So-ra sering melihat ibunya minum banyak obat, dan dia pun menanyakan hal itu pada sang tante “apakah ibu sakit?”, sakit parah?, apakah akan meninggal??” sambil menangis dengan kerasnya. Dan mulai saat itu So-ra mulai bertekat untuk berubah. Dia mulai mau meminum satu tempat dengan orang lain, dan meminta maaf atas sikapnya sehingga dia memiliki teman, itu salah satu keinginan ibunya, dan keinginannya yang lain ingin melihat sang anak menari ballet di pentas. Dengan kerja keras demi menyenangkan ibunya So-ra berlatih ballet terus menerus dan itu berhasil membuat sang ibu senang. Saat malamnya di Rumah Sakit, sang ibu mendengarkan radio dan ternyata ada surat yang dibacakan dari Jang So-ra, yang membuat sang ibu menangis haru, kurang lebih isinya tuh : “Ibu, engkau adalah orang yang paling aku cintai di dunia ini. Kenapa engkau sakit? Ibu sudah cukup menderita. Biarlah Sora saja yang sakit. Ibu harus sehat. Aku mencintaimu Ibu”. Spontan ibunya menangis mendengarnya. Dan malam itu adalah malam terakhir Sora dan Ibunya bersama di dunia. sementara So-ra tidur dalam pelukannya.

Nahh yang paling sedih banget nihh pas ibunya udah meninggal So-ra di depan pintu kamar RS ruang ibunya, terus ada dokter yang mau meriksa ibunya, sama dia nggak boleh, dia terus ngalangin dokter buat masuk bilang sang ibu nggak bisa di ganggu karena sedang tidur, sambil berteriak dan menangis sora di depan pintu kamar RS

Endingnya So-ra menjadi anak yang baik, tegar dan mandiri… dan bisa menggunakan wedding dress yang khusus di buatkan oleh ibunya hanya untuk dirinya

Sekian ^^,, huahhhh pas w nonton ini bener-bener nguras air mata, haru banget, sampe pas lagi nulis ini cerita juga nangis hiks” #curcolll

Dari Jang So-ra kita bisa banyak belajar, dari perubahan dia ke arah yang lebih baik demi sang ibu ,,So-ra ur jjanggggg

Pokoknya ini film kudu wajib diliat #maksa ^^.. liat liat coz ni film bangus bgt^^ film ni cocok ditonton bareng siapa aja, keluarga dan teman-teman…

Klik Download movie