0

[Curcol] Menyambut Langkah yang Baru

Assalamualaikum. Hai, my lo-pe lope blog 🙂 kali ini mau berbagi cerita yang gak kalah seru dan berisi ^^

Well, di malam pergantian tahun sekaligus bergantinya umur *uhukuhuk* kali ini ada yang beda. Suasana beda dan tempat beda. Biasanya kita nungguin malam pergantian tahun baru dengan seember peralatan, bakar-bakar atau kembang api yang segede gaban. Kali ini, di tanggal 31 Desember 2015. Gue diajak sama temen gue yang bernama Aminah buat menghadiri Mabit (Malam Bina & Takwa) di Masjid BI. Nah, yang ikut ada gue tentunya, Aminah, Ila, Ilfa, Yayah, Aulia (dapet temen baru deh, kecuali Ila sama Aminah :p). Kita naik CL sekitar jam 5.30 dan st. Tanah Abang udah Magrib, so shalat di musolah stasiun deket lokomotif, dan wahh, bagus banget view-nya. Berasa di Jawa mana gitu…hehehe.
Dan, datenglah jeng Ila sambil nenteng kado buat gue *aww so sweet* makasih banyak, jeng :* .

Banyak hal menarik yang bisa kita liat. Saat tengok keluar, banyak kerumunan orang di jalanan dekat Monas yang bersiap menyambut 2016 dengan tiupan terompet dan kembang api. Sementara, saat memasuki masjid. Subhanallah, gak kalah rame. Bedanya mereka menyambut dengan berdoa dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Saat memasuki masjid, ustad lagi bershalawat. Sesaat dia berhenti karena dia merasa banyak orang tetapi tak terdengar syair shalawat keluar dari mulut mereka. Saat ustad bershalawat, namun jamaah merapatkan mulutnya, maka ustad bercerita tentang bagaimana kita harus mengenal Allah, mengenal RosullNya, dan mencintainya. Betapa beliau mencintai umatnya yaitu kita. Sementara kita? Bahkan bershalawat aja gak mau membuka mulut? Ustad jg cerita tentang detik-detik ajal beliau, saat pintu langit dibuka oleh Malaikat Jibril, maka Rosul bertanya keadaan umatnya kelak? Betapa cintanya tiada tara, gak ada tandingannya. harusnya kita
malu, malu karena gak kenal Rosul, kenalilah Allah dan Rosul, cintailah beliau dan bershalawatlah baginya.
Trus saat mulai bershalawat lagi, gue ngerasa ada getaran aneh yang bergemuruh gak hanya di hati, tapi diseluruh panca indera dan aliran darah. Betapa rasanya dahsyat, campur aduk. Semacam ada kerinduan yang amat sangat berasa disetiap syairnya. Betapa kami merindukan beliau 😥 . Allahumma shalli ‘ala Muhammad

Oia, ada kajian yang gue catet. Dan ini bagus banget, well semuanya emang bagus. ^^
Cara Istiqomah:
1. Bersungguh-sungguh dalam taat kepada Allah SWT,
2. Seimbang (Lihat sikap dan sunnah Rosul),
3. Akrab dengan orang-orang sholeh,
4. Doa.

Dan quote cetar dari pak Ustad yang diulang terus:
“Sebuah pemberian sebelum bermanfaat bagi orang yang menerima, dia akan bermanfaat bagi yang memberi (apa itu? Allah titipkan manisnya iman di hati kita) (kenapa? Karena kita memenangkan perang batin)”

Banyak banget pelajaran yang diambil malam kemaren. Insallah ini menjadi awal dan langkah baru ke arah yang lebih baik. Gak hanya buat gue, tapi juga temen dan sahabat-sabahat gue… Aamiin.

Jazakumullah khairan katsiraan wahai sahabat-sahabat baikku. Terima kasih untuk doa yang selalu tulus, juga kedua orangtuaku, keluargaku yang selalu melimpahkan doa terbaik untukku. Love love u all :* anna uhibbuka.

Wassalam.

Jepratjepret*

image

Ini dia view di depan Musolah pojok stasiun Tanah Abang:)

image

Jazakallah, jeng Ila

image

Muka bantal guling😹

💜sieunchan